Jumat, 29 Januari 2016

MAKALAH "Cara Mengatasi Inflasi"



CARA MENGATASI INFLASI
Penyebab inflasi penting untuk dipahami untuk mengetahui lebih lanjut langkah apa yang akan diambil. Adapun cara mengatasi inflasi, antara lain:
Kebijakan Moneter
Kebijakan pemerintah ini terkait dengan regulasi peredaran uang. Tujuan kebijakan moneter ini, antara lain:
  1. Menyelanggarakan juga mengatur peredaran uang.
  2. Menjaga serta memelihara kestabilan nilai uang itu sendiri, baik yang beredar di dalam negeri maupun yang melintasi batas-batas Negara.
  3. Memperlanjar, meluaskan serta mengatur lalu lintas dari pembayaran giral.
  4. Mencegah jenis inflasi yang merugikan kembali terjadi.
Adapun jenis-jenis kebijakan atau tindakan yang terkait dengan langkah moneter adalah:
  1. Politik Pasar Terbuka atau open market policy, yakni suatu kebijakan yang berhubungan erat dengan penjualan dan pembelian surat berharga.
  2. Politik Diskonto atau Discount Policy, yakni suatu kebijakan bank yang terkait dengan perubahan suku bunga.
  3. Politik Pembatasan Kredit atau Plafon Credit Policy, yakni tindakan pemerintah yang membatasi pemberian kredit atau pinjaman kepada masyarakat.
  4. Politik Uang Ketat atau Tight Money Policy, yakni suatu kebijakan yang tujuannya mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat.
  5. Politik Cadangan Kas atau Cash Ratio Policy, yakni suatu kebijakan yang berkaitan erat dengan perbandingan antara kredit yang diberikan pada masyarakat dan kas.

Kebijakan Fiskal
Cara mengatasi inflasi selanjutnya yakni dengan kebijakan fiskal. Kebijakan yang satu ini berkaitan erat dengan kondisi keuangan pemerintah. Adapun instrument kebijakan fiskal, antara lain:
  1. Mengatur penerimaan juga pengeluaran pemerintah, dengan demikian perekonomian bisa dikendalikan.
  2. Menaikkan pajak. Tujuannya supaya konsumen mengurangi jumlah konsumsi. Kebijakan ini juga akan mengakibatkan pemerimaan uang masyarakat berkurang sehingga implikasinya akan sampai padai daya beli yang ikut menurun. Hasil yang diharapkan adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang bersifat konsumtif bisa berkurang.



KESIMPULAN

Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang-barang lain.
Inflasi digolongkan menurut beberapa cara, dapat menurut laju inflasi (ringan, sedang, berat, hiper inflasi), sebab awalnya (demand atau cost inflation), asalnya (domestic atau imported inflation).
Ada 3 teori utama mengenai inflasi. Teori Kuantitas menekankan bahwa penyebab utama inflasi adalah pertambanahn jumlah uang beredar dan psikologi masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang. Teori Keynes: inflasi terjadi karenan masyarakat hidup diluar batas kemampuan sekonomisnya.. Teori strukturalis: sebab inflasi adalah dari kekakuan struktur ekonomi.
Biaya Inflasi. Biaya Inflasi yang diharapkan muncul adalah: Shoe leather cost, Menu cost, Complaint and opportunity loss cost, Biaya perubahan peraturan/undang-undang pajak, dan Biaya ketidaknyamanan hidup. Biaya inflasi yang tidak diharapkan: Redistribusi pendapatan antara debitor dengan kreditor dan Penurunan nilai uang pensiunan.
Dampak inflasi antara lain  engara rentan timbul kekacauan, masyarakat menarik tabungan, bank kekurangan dana dam bangkrut, harga semakin naik, distribusi barang tidak adil, produsen bangkrut, dampak positifnya adalah masyarakats emakinselektif memilih barang, menumbuhkan industri kecil, dan pengangguran berkurang karena banyak wirausahawan.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi inflasi adalah yang berkaitan dengan Kebijaksanaan Moneter, Kebijakan Fiskal, Kebijakan yang Berkaitan dengan Output, Kebijaksanaan Penetuan Harga dan Indexing, Sanering, dan Devaluasi.

SARAN

Dengan dua pendekatan (moneterist dan strukturalist) pada komposisi yang tepat, maka diharapkan bukan saja dalam jangka pendek inflasi dapat dikendalikan, tetapi juga dalam jangka panjang. Dan, bila ada upaya yang serius untuk memperkecil atau bahkan menghilangkan hambatan-hambatan struktural yang ada, maka akan berakibat pada membaiknya fundamental ekonomi Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar